Gege dan Uang THRnya
Hahahahahahahah..
Ini judulnya postingan basi. Udah nangkring di note hp Ibu dari awal lebaran tapi ga dipoles-poles didiemin aja.
Ibu mau sedikit cerita tentang uang THRnya Gege nih.Lebaran kan identik dengan acara bagi-bagi THR. Mulai dari balita, anak kecil, remaja sampai remaja yang mendekati masa expired biasanya gak sabar nunggu momen setahun sekali itu. Masing-masing keluarga punya tradisi tersendiri untuk urusan bagi-bagi THR ini. Biasanya setelah pembagian THR banyak yang anak kecil mendadak jadi jutawan. Maunya semua dibeli.
Nah di lebaran kali ini ibu mau ajak Gege untuk lebih cermat gunakan uang THRnya. Dua tahun ke belakang (eh tiga deh kayaknya, soalnya dr dalem perut aja udah dapat jatah THR :* :* ) sih uang THRnya Gege berakhir di dompet Bapak atau Ibu. Supaya gak terjadi lagi seperti yang sudah-sudah, Ibu mau ajak Gege untuk atur penggunaan uang THRnya.
![]() |
| Ini hasil THR tahun ini, terima kasihi Aki, Nini, Mbah, Uwa, Bibi, Om, Tante.. |
Ada beberapa poin yang Ibu terapkan ke Gege untuk pengenalan dan penggunaan uang THRnya. Apa sajakah itu?
Pertama: Dari jauh-jauh hari sebelum lebaran datang, ibu sudah mulai 'mencicil' pelan-pelan kenalkan konsep uang ke Gege.
Bahwa barang-barang yang didapat, dipakai atau dikonsumsi sehari-hari itu dibeli dengan uang. Darimana datangnya uang? Itu rejeki yang Allah berikan setelah kita bekerja. Atau bisa juga didapat dari pemberian orang. Sebagaimana uang didapat dengan bekerja keras maka Gege harus bijak menggunakannya.
Kedua: ketika menjelang lebaran, Ibu sampaikan ke Gege kalau nanti akan ada acara bagi-bagi THR. Gege juga disertakan ketika Ibu dan Bapak persiapkan amplop THR untuk para krucils. Gege kebagian tugas hitung amplop, lembaran uangnya dan tempelkan stiker nama. Supaya dia tau, di kesempatan itu dia ga hanya akan dapat rejeki dadakan tapi juga ikut berbagi rejeki.
Dan tak lupa Bapak dan Ibu juga tekankan uang yang didapat ini rejeki yang sifatnya ga tentu. Bisa jadi ada, bisa jadi nggak. Bisa jadi jumlah tahun ini berbeda sama jumlah yang didapat tahun sebelumnya.
Oiya, amplop pertama Gege didapat dari Bunda Putri selepas buka bersama Om Tante Sonicers. Nah waktu dapat amplop pertama inilah Ibu tanya untuk apa uangnya. Lalu kami putuskan bersama (lebih karena Ibu bisikin idenya sih) uang THR tahun ini untuk bayar les renang aja. Anaknya setuju, yessss!!
Ketiga: Saat pembagian THR kami berikan kepercayaan penuh sama Gege untuk pegang sendiri uangnya. Dia bahkan antri masuk barisan tanpa kami temani. Barulah setelah tangannya ga cukup untuk pegang amplop, Ibu tawarkan dompet yang memang sudah disiapkan khusus untuk THR Gege. Malamnya Gege ikut menghitung jumlah uang yg didapat, jadi dia tau betul jumlahnya.
Keempat: Setelah jumlah uang diketahui, Bapak dan Ibu ajak Gege berdiskusi uang yang didapat akan dipergunakan untuk apa. Setelah perdebatan yang cukup alot antara Bapak dan Ibu (si empunya uang cuma ngangguk-ngangguk aja tiap ditanya :D :D ), akhirnya disepakati uangnya dipakai untuk senang - senang (jajan makanan, mainan dan buku), bayar les renang dan sedekah.
Alhamdulillah yah tahun ini uang THR Gege ga berakhir di dompet Bapak Ibu. Hihihihihi..
![]() |
| Alhamdulillah bisa nyicil perangkat homeschooling pakai THR Gege. Mudah-mudahan THR tahun depan bisa dipakai buat keliling dunia. hihihihi |
![]() |
| Gege 'jajan' buku sama puzzle di Gramedia |
![]() |
| Menikmati es krim rasa THR.. hihihi |
![]() |
| Sebagian besar hasil THR nya akan berakhir di sini. |









