Ketika keputusan untuk resign dari pekerjaan di sekolah sudah sangat mantap, hal pertama yang terbersit di pikiran saya adalah nanti di rumah mau ngapain ya. Saya yang terbiasa pergi pagi pulang menjelang Maghrib dibuat deg-degan plus bingung mikirin rencana-rencana selama di rumah nanti. Pikiran udah jauh melayang kemana-mana. Ya sekolah lagi lah, ya jualan ini lah, ya usaha itu lah, ya kerja part time lah, ya bikin project lah. Saya lupa sama alasan terkuat saya ketika terpikir untuk resign dulu; pola asuh dan pendidikan Gege. Terlalu excited campur grogi jadi lupa sm tujuan utama.
Nah, beberapa saat sebelum resign, saya perhatikan ada beberapa poin dari keseharian Gege yang butuh perhatian khusus. Diantaranya 'asupan' aqidah, jadwal tidur, jadwal makan, dan toilet training.
Jadwal kerja saya dan Bapak yang berbeda jauh ternyata berpengaruh banyak sama jadwal keseharian Gege. Selama ini dia seperti dibiarkan tanpa jadwal. Apalagi untuk urusan jam tidur malam, itu yang paling kacau. Mungkin karena Gege merasa dia butuh main sama Bapak dan Ibu di satu waktu yang sama, jadi dia rela terjaga sampai kami berdua sama-sama ada di rumah. Setiap malam dia baru akan tertidur sekitar jam 12 atau 1 malam bahkan jam 2. Sementara saya yang udah capek seharian di sekolah mulai ngantuk, dia masih segar bugar nunggu Bapak yang masih di jalan pulang.
Ini berakibat kepada jadwalnya di besok pagi. Akibatnya, Gege bangun siang. Bangun tidur sekitar pukul 10 pagi, butuh waktu setengah jam buat benar-benar 'on' lalu mandi dan akhirnya melewatkan waktu sarapan. Jadwal aktivitas yang sudah dirancang pun jadi ikutan kacau. Begitu terus setiap hari. Nah, hal-hal inilah yang akan jadi concern pertama Ibu setelah resign. Bismillah, mudah-mudahan dalam waktu beberapa bulan ke depan, pekerjaan rumahnya ibu tadi bisa diselesaikan satu per satu.
Semangaaaaaaaaaat!!
CONVERSATION
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
0 comments:
Post a Comment